Skip to main content

Obsesi Mimpi


Saya mudah jatuh cinta pada penulis fiksi dan puisi, semudah saya jatuh cinta pada karya-karya mereka. Daya imaginasi mereka sepertinya adalah pemikat nomor satu, melebihi daya pikat apapun yang ada di dunia ini.  Menerka-nerka bagaimana proses kreatif dan siapa orang dibalik tokoh-tokoh rekaan mereka adalah misteri paling ingin saya pecahkan di dunia. Oleh karenanya saya menjadi begitu terobsesi untuk berkenalan dengan mereka.  Bertemu mereka di sebuah ruang bisa bikin saya deg-deg an tidak jelas seperti orang yang ketemu gebetan. Salah tingkah dan berusaha mencari cara untuk berkenalan tapi cukup malu untuk melakukan.  Mungkin sebetulnya saya sedang terobsesi dan jatuh cinta dengan mimpi saya sendiri. Mimpi yang belum berani saya jalani. 

Comments

Popular posts from this blog

Jawaban Dari Cinta

Mungkin kita memang melampaui kata Memaksa dunia melontarkan ribuan tanda tanya Kita menjawabnya hanya dengan tertawa-tawa Padamu aku mengerti artinya benar mencinta Membiarkan diri terbawa arus yang membawa entah kemana Tanpa takut menggelorakan semua Hati kita saling meminta Tubuh kita saling memuja Kita sudah membuat bait pembuka Aku yakinkan diri menulis bait-bait selanjutnya

2018

  Saat hendak menulis refleksi ini, saya baru tersadar payah sekali saya dalam beberapa tahun terakhir.   Harusnya blog ini diganti saja namanya menjadi Catatan Tahunan, karena sebenar-benarnya saya hanya menulis satu kali dalam setahun J . Tapi saya orang yang sangat pemaaf terhadap kesalahan saya sendiri..hahaha. Jadi, biarkan saja lah, siapa tahu suatu saat nanti saya kembali rajin menulis, kan? 2018 tahun yang berat buat saya karena satu hal, kehilangan kakak perempuan saya satu-satunya. Dia adalah sebenar-benarnya role model saya dalam hidup. Sejak kecil saya sering mengamati tingkah lakunya, mencoba gaya dandanannya,   meneladani kekerasan hatinya. Saya mengagguminya dalam diam. Dengan segala beban yang ia pikul dipundaknya, dia menunjukan ketegarannya pada setiap orang. Dengan kanker yang terus menggerogoti tubuhnya, membesarkan dua anak yang sedang kuliah, sekaligus menjadi tulang pungguh keluarga. Bagaimana bisa saya berkeluh kesah, kar...