Saya mudah jatuh cinta pada penulis fiksi dan puisi, semudah
saya jatuh cinta pada karya-karya mereka. Daya imaginasi mereka sepertinya
adalah pemikat nomor satu, melebihi daya pikat apapun yang ada di dunia
ini. Menerka-nerka bagaimana proses
kreatif dan siapa orang dibalik tokoh-tokoh rekaan mereka adalah misteri paling
ingin saya pecahkan di dunia. Oleh karenanya saya menjadi begitu terobsesi
untuk berkenalan dengan mereka. Bertemu
mereka di sebuah ruang bisa bikin saya deg-deg an tidak jelas seperti orang
yang ketemu gebetan. Salah tingkah dan berusaha mencari cara untuk berkenalan
tapi cukup malu untuk melakukan. Mungkin
sebetulnya saya sedang terobsesi dan jatuh cinta dengan mimpi saya sendiri. Mimpi
yang belum berani saya jalani.
Saya tidak mengerti, mengapa kamu harus menyembunyikannya. Tahukah kamu, bahwa dari semua tutur kata dan tatapan matamu, aku tahu kamu menyukai dia. Kamu menceritakan dia berulang-ulang seolah dia adalah sumber inspirasi yang tak kunjung habis. Dia selalu mewarnai hari-harimu. Tak pernah satu haripun terlewat tanpa nama nya kau sebutkan. Yaa, memang terkadang kamu menceritakan tentang istrinya, tentang rekan kerjanya atau tentang kejadian-kejadian tidak penting. Tapi bukan kejadian itu yang ingin kau ceritakan. Kau hanya ingin menceritakan dia. Mungkin jiwamu sedang bergejolak. Ada rasa berdosa menyelinap dalam relung-relung dadamu. Tapi juga ada perasaan indah tak tertahan yang menyemburkan jutaan kegairahan hidup. Lalu tiba-tiba kerinduan menyeruak dalam lautan kegalauan yang sedang kau sebrangi, membuat langkahmu berhenti. Dan berhenti. Di titik ini, kau tidak tahu lagi harus bagaimana. Kenapa cinta ini tak lagi semudah masa SMA.. (Kau tercenung sambil memandangi bayimu yang sedan...
Comments