Skip to main content

See u when I see u


Saya memang tergila-gila padamu dan kamu tahu itu. Satu sapaan manis melalui selular pun sudah membuat saya melonjak-lonjak.  Kita memang sangat jarang bertemu, sibuk berselancar dengan kehidupan.  Dan berharap mungkin suatu saat bertemu di perempatan.  Seperti pertemuan-pertemuan kita sebelumnya. 

Kamu adalah orang dimana saya tidak bisa mengucapkan kata lain selain cinta. Tidak ada benci, tidak ada marah, tidak ada cemburu. Hanya cinta. Kalau ada yang disebut takluk, maka begitulah saya padamu.  Kadang kehilangan kesadaran atas apa yang harus saya lakukan.  Beku pikiran dalam  tubuh dan ruang yang bergerak.  Kadang saya harus cubit tangan saya bahwa ini memang nyata. 

Kita tidak pernah menciptakan kesempatan. Saya dan kamu percaya akan bertemu entah di persimpangan yang mana. See u when I see u. 

Comments

Popular posts from this blog

Jawaban Dari Cinta

Mungkin kita memang melampaui kata Memaksa dunia melontarkan ribuan tanda tanya Kita menjawabnya hanya dengan tertawa-tawa Padamu aku mengerti artinya benar mencinta Membiarkan diri terbawa arus yang membawa entah kemana Tanpa takut menggelorakan semua Hati kita saling meminta Tubuh kita saling memuja Kita sudah membuat bait pembuka Aku yakinkan diri menulis bait-bait selanjutnya

2018

  Saat hendak menulis refleksi ini, saya baru tersadar payah sekali saya dalam beberapa tahun terakhir.   Harusnya blog ini diganti saja namanya menjadi Catatan Tahunan, karena sebenar-benarnya saya hanya menulis satu kali dalam setahun J . Tapi saya orang yang sangat pemaaf terhadap kesalahan saya sendiri..hahaha. Jadi, biarkan saja lah, siapa tahu suatu saat nanti saya kembali rajin menulis, kan? 2018 tahun yang berat buat saya karena satu hal, kehilangan kakak perempuan saya satu-satunya. Dia adalah sebenar-benarnya role model saya dalam hidup. Sejak kecil saya sering mengamati tingkah lakunya, mencoba gaya dandanannya,   meneladani kekerasan hatinya. Saya mengagguminya dalam diam. Dengan segala beban yang ia pikul dipundaknya, dia menunjukan ketegarannya pada setiap orang. Dengan kanker yang terus menggerogoti tubuhnya, membesarkan dua anak yang sedang kuliah, sekaligus menjadi tulang pungguh keluarga. Bagaimana bisa saya berkeluh kesah, kar...