Skip to main content

Partikel


Dia membawaku mengembara ke berbagai belahan bumi. Menyusupi Batu Kapur yang sejuk, hutan kalimantan yang hangat dan menyusuri jalan-jalan London. Aku berbagi kegelisahan yang sama saat Zahra bertengkar dengan keluarganya, menanyakan soal agama dan keberadaan Tuhan.  Aku pun serasa jatuh cinta pada Storm yang kubayangkan berwajah seperti Stve Jobs muda.  Merana dan lara, saat sahabatnya ia temukan bercumbu dengan kekasihnya. Rasa kehilangan kepercayaan pada manusia.

Aku terhanyut dalam lembar demi lembar petualangan waktu.  Arus deras teori-teori yang ditawarkan juga telah menyeretku lebih dalam.. Tentang keberadaan alien, tentang fungi, tentang hubungan orang utan dan manusia. Mengingatkan aku pada cita-citaku yang teronggok dipojokan sejarah, menjadi insinyur pertanian.


Aku mendapatkan hal baru dan pengalaman baru dari buku ini, itu sudah memuaskan diriku.  Tak peduli dengan berbagai kritik yang telah dilontarkan, buku yang memberikan pengalaman baru dan antusiasme adalah patokan bahwa karya itu layak dibaca.

*Buku Partikel berhasil gue baca dalam dua hari, diselingi istirahat sakit:)

Comments

Popular posts from this blog

Jawaban Dari Cinta

Mungkin kita memang melampaui kata Memaksa dunia melontarkan ribuan tanda tanya Kita menjawabnya hanya dengan tertawa-tawa Padamu aku mengerti artinya benar mencinta Membiarkan diri terbawa arus yang membawa entah kemana Tanpa takut menggelorakan semua Hati kita saling meminta Tubuh kita saling memuja Kita sudah membuat bait pembuka Aku yakinkan diri menulis bait-bait selanjutnya

2018

  Saat hendak menulis refleksi ini, saya baru tersadar payah sekali saya dalam beberapa tahun terakhir.   Harusnya blog ini diganti saja namanya menjadi Catatan Tahunan, karena sebenar-benarnya saya hanya menulis satu kali dalam setahun J . Tapi saya orang yang sangat pemaaf terhadap kesalahan saya sendiri..hahaha. Jadi, biarkan saja lah, siapa tahu suatu saat nanti saya kembali rajin menulis, kan? 2018 tahun yang berat buat saya karena satu hal, kehilangan kakak perempuan saya satu-satunya. Dia adalah sebenar-benarnya role model saya dalam hidup. Sejak kecil saya sering mengamati tingkah lakunya, mencoba gaya dandanannya,   meneladani kekerasan hatinya. Saya mengagguminya dalam diam. Dengan segala beban yang ia pikul dipundaknya, dia menunjukan ketegarannya pada setiap orang. Dengan kanker yang terus menggerogoti tubuhnya, membesarkan dua anak yang sedang kuliah, sekaligus menjadi tulang pungguh keluarga. Bagaimana bisa saya berkeluh kesah, kar...