Skip to main content

Posts

Perasaan Yang Menunggu Abadi

Perempuan itu mengenali perasaan-perasaan itu. Perasaan yang sudah ia timbun dengan gumpalan kasih sayang. Kenapa tiba-tiba mereka mencuat merobek otot segar kenangan manisnya. Dia mengenali rasa terhina itu, saat laki-laki itu menggagalkan janjinya untuk satu acara yang bahkan tak pernah ada. Atau rasa miris saat laki-laki itu lebih memilih pergi dengan perempuan lain, meninggalkannya di kamar hotel sendirian.  Begitu juga rasa nelangsa, saat laki-laki itu membelikannya sebuah buku yang tak pernah ingin dibacanya. Perempuan itu tahu buku itu adalah buku favorit dari kekasih laki-laki itu. Perasaan-perasaan itu bersamanya lagi kini. Menunggu abadi.

Obsesi Mimpi

Saya mudah jatuh cinta pada penulis fiksi dan puisi, semudah saya jatuh cinta pada karya-karya mereka. Daya imaginasi mereka sepertinya adalah pemikat nomor satu, melebihi daya pikat apapun yang ada di dunia ini.   Menerka-nerka bagaimana proses kreatif dan siapa orang dibalik tokoh-tokoh rekaan mereka adalah misteri paling ingin saya pecahkan di dunia. Oleh karenanya saya menjadi begitu terobsesi untuk berkenalan dengan mereka.   Bertemu mereka di sebuah ruang bisa bikin saya deg-deg an tidak jelas seperti orang yang ketemu gebetan. Salah tingkah dan berusaha mencari cara untuk berkenalan tapi cukup malu untuk melakukan.   Mungkin sebetulnya saya sedang terobsesi dan jatuh cinta dengan mimpi saya sendiri. Mimpi yang belum berani saya jalani. 

Lika Liku Laki-Laki

Seumuran gini, saya sudah mengenal banyak tipe laki-laki.   Tipe setenang awan atau semeledak gunung   pasti pernah berpapasan sekali dua di persimpangan jalan kehidupan.   Ini beberapa yang saya identifikasi 1.   Pemberontak Berotak Ini tipe yang sebetulnya menjadi idola saya sepanjang masa. Dandanan berantakan, cuek,   irit ngomong namun hangat. Tipe ini gak terlalu suka   diatur dan ngatur. Ia hanya memastikan perempuan yang ia sayangi terlindungi tanpa berlebihan memproteksi.   Ia bukan tipe yang menanyakan “udah makan belum” tapi langsung membelikan makanan. Ia juga gak sudak ditanya-tanya pergi ke mana, tapi selalu ada kalau kita lagi butuh dia. Tipe ini biasanya juga pintar dan idealis.  2. To Sweet to Forget Ah dia mungkin menjadi idola banyak perempuan, selalu manis dan berusaha membuat kita nyaman.   Dalam level yang cukup, tipe ini buat saya masih baik-baik saja. Namun, saat sudah kelewatan manis kaya...

Setan Keadilan

Sebongkah kecil percaya yang saya genggam mendadak berubah menjadi pasir Saya merasakan jari-jari saya makin melemah bersama dengan amarah yang tak lagi tertampung Apakah masih ada yang bisa saya upayakan Ini lebih sulit ketimbang berhadapan dengan setan-setan Ya setidaknya kita tau mereka setan Ketimbang setan yang menyelinap di baju keadilan Setan!

Pemberontakan

Setiap aku pergi, kepala rumah mengumpulkan anak buahnya Mereka berdemonstrasi, menuntut aku lebih sering di rumah Cat tembok mulai merontokan dirinya, serupa retak-retak yang tak sedap di pandang Keran air membuat dirinya mampet Lampu-lampu tidak mau lagi hidup Bahkan bunga-bunga di depan rumah melakukan percobaan bunuh diri Aku sudah menyampaikan niatku untuk bernegosiasi dengan sang ketua Tapi mereka menyembunyikan identitasnya Sampai suatu malam ia menampakan dirinya di depanku ternyata sang ketua rumah adalah aku

Matinya Sebuah Cinta

Segala hal memang harus dipelihara agar tidak mati. Tanaman rambat di halaman rumah saya mati waktu saya tinggal ke luar kota selama satu minggu. Dari semua tanaman yg saya miliki, saya pikir tanaman rambat itu yang paling kuat. Sambil menangis menyesali kebodohan saya, saya berusaha tiap hari supaya ada keajaiban dan tumbuh daun baru. Seminggu ini saya tunggu, tidak terjadi apa-apa. Hanya satu minggu dan satu makhluk hidup mati. Apakah satu minggu cukup untuk membuat mati sebuah cinta.  Rasanya bisa.