Skip to main content

Di Ujung Pelangi


Air berbisik lirih pagi tadi saat ku mandi
“Hey, alam akan membahagiakanmu hari ini"
Kukecup buliran air seraya mengucapkan terima kasih
Alam tak pernah mengecewakanku serumit apapun situasinya
Ia selalu menyisakan ruang bahagia untukku

Skenario alam bekerja keras membahagianku hari ini
Mengalir, mendesir, mengayuh bahagia hampir ke puncak
Aku telah mencukupkan bahagiaku sampai di situ, tak ingin loba meminta dari yang seharusnya

Tanpa aku tahu, alam telah bersiasat denganmu seharian ini
Melimpahkan deburan, denting, nyayian dan gelak
Menuangkan kasih yang serupa cahaya senja
Merah, jingga keemasan
Aku tak berani meminta apapun lagi
Ini sudah seperti mandi di ujung pelangi
Terima kasih untuk membuat mungkin semua ini
Kasih.

Comments

Popular posts from this blog

Jawaban Dari Cinta

Mungkin kita memang melampaui kata Memaksa dunia melontarkan ribuan tanda tanya Kita menjawabnya hanya dengan tertawa-tawa Padamu aku mengerti artinya benar mencinta Membiarkan diri terbawa arus yang membawa entah kemana Tanpa takut menggelorakan semua Hati kita saling meminta Tubuh kita saling memuja Kita sudah membuat bait pembuka Aku yakinkan diri menulis bait-bait selanjutnya

2018

  Saat hendak menulis refleksi ini, saya baru tersadar payah sekali saya dalam beberapa tahun terakhir.   Harusnya blog ini diganti saja namanya menjadi Catatan Tahunan, karena sebenar-benarnya saya hanya menulis satu kali dalam setahun J . Tapi saya orang yang sangat pemaaf terhadap kesalahan saya sendiri..hahaha. Jadi, biarkan saja lah, siapa tahu suatu saat nanti saya kembali rajin menulis, kan? 2018 tahun yang berat buat saya karena satu hal, kehilangan kakak perempuan saya satu-satunya. Dia adalah sebenar-benarnya role model saya dalam hidup. Sejak kecil saya sering mengamati tingkah lakunya, mencoba gaya dandanannya,   meneladani kekerasan hatinya. Saya mengagguminya dalam diam. Dengan segala beban yang ia pikul dipundaknya, dia menunjukan ketegarannya pada setiap orang. Dengan kanker yang terus menggerogoti tubuhnya, membesarkan dua anak yang sedang kuliah, sekaligus menjadi tulang pungguh keluarga. Bagaimana bisa saya berkeluh kesah, kar...