Skip to main content

Penghayal dan Pengamat

Saya memang tukang berkhayal total. Hampir semua tulisan di blog ini adalah khayalan saya, atau hal-hal yang saya lihat sehari-hari dalam kehidupan. Kelebihan saya yang lain, saya pandai memperhatikan orang dan mengingat banyak detail tentang orang. Dari potongan-potongan informasi itu lalu saya menghayal menjadi mereka, dan menuliskan perasaan mereka di sini. Saya tidak perduli apakah tafsir saya atas data itu betul atau salah, namanya juga fiksi:)

Banyak diantara orang-orang di sekitar saya yang mengilhami saya menulis puisi, atau potongan isi hati. Saya jadi berusaha memahami orang dari banyak sini. Menajamkan mata hati.

Comments

Popular posts from this blog

Jawaban Dari Cinta

Mungkin kita memang melampaui kata Memaksa dunia melontarkan ribuan tanda tanya Kita menjawabnya hanya dengan tertawa-tawa Padamu aku mengerti artinya benar mencinta Membiarkan diri terbawa arus yang membawa entah kemana Tanpa takut menggelorakan semua Hati kita saling meminta Tubuh kita saling memuja Kita sudah membuat bait pembuka Aku yakinkan diri menulis bait-bait selanjutnya

2018

  Saat hendak menulis refleksi ini, saya baru tersadar payah sekali saya dalam beberapa tahun terakhir.   Harusnya blog ini diganti saja namanya menjadi Catatan Tahunan, karena sebenar-benarnya saya hanya menulis satu kali dalam setahun J . Tapi saya orang yang sangat pemaaf terhadap kesalahan saya sendiri..hahaha. Jadi, biarkan saja lah, siapa tahu suatu saat nanti saya kembali rajin menulis, kan? 2018 tahun yang berat buat saya karena satu hal, kehilangan kakak perempuan saya satu-satunya. Dia adalah sebenar-benarnya role model saya dalam hidup. Sejak kecil saya sering mengamati tingkah lakunya, mencoba gaya dandanannya,   meneladani kekerasan hatinya. Saya mengagguminya dalam diam. Dengan segala beban yang ia pikul dipundaknya, dia menunjukan ketegarannya pada setiap orang. Dengan kanker yang terus menggerogoti tubuhnya, membesarkan dua anak yang sedang kuliah, sekaligus menjadi tulang pungguh keluarga. Bagaimana bisa saya berkeluh kesah, kar...