Perempuan yang sedang menggebet laki-laki memang sering
melakukan tingkah yang aneh. Mungkin begitu juga sebaliknya, tapi laki-laki sering berhasil menutupinya demi menjaga image. Saya mengalami beberapa peristiwa di mana
seorang perempuan sengaja menjatuhkan perempuan lain di depan laki-laki yang
sedang ia gebet. Walaupun sebetulnya perempuan lain itu sama sekali bukan
saingannya. Saya misalnya, dari sisi manapun saya bukanlah saingan seorang
perempuan muda yang sedang mencari kekasih. Saya sudah tidak muda lagi, ya usia
saya hampir mencapai 40, saya sudah bersuami, dan saya tidak pernah tertarik
mencari kekasih. Jadi rasanya tidak perlu jika harus mengeluarkan segala hal
tentang saya hanya untuk memastikan bahwa saya bukanlah target sang
lelaki. Saya menjadi lebih jengkel dalam
situasi saya kurang akrab dengan laki-laki itu, untuk apa segala hal tentang
pribadi saya dijembreng di depan mata. Ah entahlah, mungkin saya dirasakan
mengancam. Saya pastikan, saya bukan ancaman.
Saya tidak mengerti, mengapa kamu harus menyembunyikannya. Tahukah kamu, bahwa dari semua tutur kata dan tatapan matamu, aku tahu kamu menyukai dia. Kamu menceritakan dia berulang-ulang seolah dia adalah sumber inspirasi yang tak kunjung habis. Dia selalu mewarnai hari-harimu. Tak pernah satu haripun terlewat tanpa nama nya kau sebutkan. Yaa, memang terkadang kamu menceritakan tentang istrinya, tentang rekan kerjanya atau tentang kejadian-kejadian tidak penting. Tapi bukan kejadian itu yang ingin kau ceritakan. Kau hanya ingin menceritakan dia. Mungkin jiwamu sedang bergejolak. Ada rasa berdosa menyelinap dalam relung-relung dadamu. Tapi juga ada perasaan indah tak tertahan yang menyemburkan jutaan kegairahan hidup. Lalu tiba-tiba kerinduan menyeruak dalam lautan kegalauan yang sedang kau sebrangi, membuat langkahmu berhenti. Dan berhenti. Di titik ini, kau tidak tahu lagi harus bagaimana. Kenapa cinta ini tak lagi semudah masa SMA.. (Kau tercenung sambil memandangi bayimu yang sedan...
Comments