Skip to main content

Here and There

Bukan, ini bukan tentang lagu beatles. Ini tentang pemadaman listrik yang sempat membuat panik beberapa orang Jakarta. Lalu saya mengingat malam-malam saya disana...di Sumba, di Buton, di Simeulue..dan di beberapa tempat lain di Indonesia. Malam yang seringkali hanya dihiasi oleh bintang dan bulan. Bahkan saat sebuah sepeda motor melintas, kita dapat melihatnya dengan jelas. Itu terjadi setiap hari...berulang...dan berulang. Kemudian saya mengingat kembali malam saya di sini...di sebuah apartemen di kuningan, milik pengembang yang juga seorang menteri. Saat semua begitu terang benderang..semua lampu menyala. Bahkan di gedung yang belum digunakan. Lalu saya teringat lagi di sana...dan...di sini..
Saya tidak bisa berkata apa-apa... beginikah dunia bekerja?

Comments

Darlington Gank said…
selamat menempuh hidup baru yang lebih menyenangkan ya Ni... Salam untuk suami..
Hai val
Thanks ya.. Pasti lebih menyenangkan. Dateng ke rumah gue ya nanti kalo ke Lombok.

Popular posts from this blog

Sebuah Sidang

Gue merasa beruntung, mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan hal dalam pekerjaan gue sebagai peneliti. Dari sidang tahunan MPR yang gegap gempita, rapat dengar pendapatnya DPR /DPRD, ketemu para petani, nelayan, kepala desa, dsb. Kemaren, untuk pertama kalinya gue ikut dalam sidang sebuah perkara waris di pengadilan agama mataram. Waktu Mark bilang ke gue bahwa tipikal hakim-hakim pengadilan agama di daerah itu tulus-tulus dan baik, gue tidak segera menerima pendapatnya. Yang ada di kepala gue, hakim pengadilan agama itu pasti patriarki dan bias gender...huhu, parahnya gue. Gue sudah memberikan penilaian tanpa pernah sekalipun berhubungan dengan mereka. Padahal ini adalah satu hal yang paling dilarang saat kita ingin berjaringan, gue ingat betul BS menekankan ini saat sharing pengalaman soal networking (Thanks bip). Sidang kemarin sungguh berharga buat gue, disamping mendapat banyak kenalan dari ibu-ibu yang sedang mendaftarkan perceraian gue juga tau betapa beratnya menjadi hakim...

Menyusuri Jalan Cinta

Bagi insan yang sedang berkasih kasihan, pilihan moda tranportasi bisa menjadi keseruan tersendiri.  Berkaca dari pengalaman, saya termasuk orang yang senang mencoba berbagai alat transportasi saat sedang berkasih-kasihan.  Begini kira-kira perasaan yang mewarnai dalam jalan-jalan cinta saya.  Kereta Api Berpegian dengan kekasih dengan lereta api menghadirkan perasaan yang aneh bagi saya, saat kami berdua merasa memiliki ruang privat sekaligus bersinggungan dengan publik.  Kalau perjalanan di lakukan saat siang hari perasaan yang hadir lebih seperti seolah saya bergandengan tangan dengannya sambil menembus lorong waktu. Saat malam dan tidak terlihat apapun, yang hadir lebih seperti hangat dan nyaman, sesekali mencuri kesempatan mengecup pipi kekasih. Tentu saja kalau penumpang lain sudah mulai tertidur. Sepeda Motor Untuk para laki-laki dan perempuan yang kekasihnya sedang murka, ajaklah ia naik sepeda motor. Ini pengalaman saya, semarah apapun saya den...