Skip to main content

Posts

Rasa Sakit

Saat operasi usus buntu beberapa waktu lalu, dokter menemukan adanya kista kecil di dekat ovarium saya. Reaksi awal saya tentu saja menanyakan apakah kista itu berbahaya atau tidak. Dokter Febian, dokter yang menangani operasi saya menjelaskan lebih lanjut, kalau nanti saat mensturasi sakit sebaiknya saya periksa kepada dokter kandungan sambil membawa photo hasil operasi kemarin.  Masalahnya, saat ini saya sedang bingung dengan mengukur rasa sakit. Apakah kalau saya bilang tidak sakit maka itu memang tidak sakit? Beberapa pengalaman saya berhadapan dengan rasa sakit semakin membuat saya ragu dengan justifikasi saya sendiri, Pernah saya ke dokter gigi dengan pipi yang bengkak sampai saya hampir-hampir tidak bisa buka mulut. Saya baru tersadar bahwa saya seharusnya merasakan sakit ketika salah seorang mahasiswa mengomentari. "Wah mbak, kalau saya pipi bengkak seperti itu boro-boro ketawa-tawa kayak Mbak, mau ngomong aja males". Saat itu memang datang untuk presentasi teman...

Jawaban Dari Cinta

Mungkin kita memang melampaui kata Memaksa dunia melontarkan ribuan tanda tanya Kita menjawabnya hanya dengan tertawa-tawa Padamu aku mengerti artinya benar mencinta Membiarkan diri terbawa arus yang membawa entah kemana Tanpa takut menggelorakan semua Hati kita saling meminta Tubuh kita saling memuja Kita sudah membuat bait pembuka Aku yakinkan diri menulis bait-bait selanjutnya

2015

Semoga belum terlambat untuk mencatat 2015 adalah tahun keramat Di mana saya menangis dan kehilangan sangat Kehilangan ibu yang saya cintai sampai akhir hayat 2015 juga tahun penuh tawa Saat mimpi sedikit demi sedikit menjelma Saat cinta sejati memeluk raga Saat kawan sejati menampakan wujudnya 2015 tidak akan pernah hilang dari cakrawala ingatan saya.

Di Ujung Pelangi

Air berbisik lirih pagi tadi saat ku mandi “Hey, alam akan membahagiakanmu hari ini" Kukecup buliran air seraya mengucapkan terima kasih Alam tak pernah mengecewakanku serumit apapun situasinya Ia selalu menyisakan ruang bahagia untukku Skenario alam bekerja keras membahagianku hari ini Mengalir, mendesir, mengayuh bahagia hampir ke puncak Aku telah mencukupkan bahagiaku sampai di situ, tak ingin loba meminta dari yang seharusnya Tanpa aku tahu, alam telah bersiasat denganmu seharian ini Melimpahkan deburan, denting, nyayian dan gelak Menuangkan kasih yang serupa cahaya senja Merah, jingga keemasan Aku tak berani meminta apapun lagi Ini sudah seperti mandi di ujung pelangi Terima kasih untuk membuat mungkin semua ini Kasih.

Melintas

Aku dan kamu mungkin sama-sama tak menduga Tapi yang pasti sama-sama bergembira Kita akhirnya berani melintas Tak lagi saling berpandangan, menunggu siapa yang berani maju Sekat dan batas sudah kita hancurkan Dan kita sudah tiba di sini Berdua Bersuka cita Tak perlu lagi ada tanda tanya