Skip to main content

Posts

Jawaban Dari Cinta

Mungkin kita memang melampaui kata Memaksa dunia melontarkan ribuan tanda tanya Kita menjawabnya hanya dengan tertawa-tawa Padamu aku mengerti artinya benar mencinta Membiarkan diri terbawa arus yang membawa entah kemana Tanpa takut menggelorakan semua Hati kita saling meminta Tubuh kita saling memuja Kita sudah membuat bait pembuka Aku yakinkan diri menulis bait-bait selanjutnya

2015

Semoga belum terlambat untuk mencatat 2015 adalah tahun keramat Di mana saya menangis dan kehilangan sangat Kehilangan ibu yang saya cintai sampai akhir hayat 2015 juga tahun penuh tawa Saat mimpi sedikit demi sedikit menjelma Saat cinta sejati memeluk raga Saat kawan sejati menampakan wujudnya 2015 tidak akan pernah hilang dari cakrawala ingatan saya.

Di Ujung Pelangi

Air berbisik lirih pagi tadi saat ku mandi “Hey, alam akan membahagiakanmu hari ini" Kukecup buliran air seraya mengucapkan terima kasih Alam tak pernah mengecewakanku serumit apapun situasinya Ia selalu menyisakan ruang bahagia untukku Skenario alam bekerja keras membahagianku hari ini Mengalir, mendesir, mengayuh bahagia hampir ke puncak Aku telah mencukupkan bahagiaku sampai di situ, tak ingin loba meminta dari yang seharusnya Tanpa aku tahu, alam telah bersiasat denganmu seharian ini Melimpahkan deburan, denting, nyayian dan gelak Menuangkan kasih yang serupa cahaya senja Merah, jingga keemasan Aku tak berani meminta apapun lagi Ini sudah seperti mandi di ujung pelangi Terima kasih untuk membuat mungkin semua ini Kasih.

Melintas

Aku dan kamu mungkin sama-sama tak menduga Tapi yang pasti sama-sama bergembira Kita akhirnya berani melintas Tak lagi saling berpandangan, menunggu siapa yang berani maju Sekat dan batas sudah kita hancurkan Dan kita sudah tiba di sini Berdua Bersuka cita Tak perlu lagi ada tanda tanya

Usaha Menulis Puisi Denganmu

Aku sudah menuliskan bait pertama, saat kau masih kebingungan mencari kata-kata Hey, ini sudah bait ke dua ku Kulihat kau masih berjibaku  dengan benturan-demi benturan dan tak berhasil jua menuliskan kata-katamu Baiklah, mungkin kau segera menemukan kata-kata setelah kutuliskan bait terakhirku Tapi, aku keliru Kau terlalu takut untuk menuliskan kata-katamu, takut akan apa yang kau sendiri tak tahu Akhirnya, jadilah puisi ini hanya menjadi puisiku Biarlah, setidaknya tlah kuselesaikan bagianku)

Selamat Terbang Lagi, Sayang

Aku terlonjak gembira saat kau tolak ajakanku bertemu hari itu. Kau akan pergi menyelam bersama kawan-kawanmu di kepulauan seribu, katamu. Kau bergembira lagi setelah bertahun memojok di sudut biru. Tak ada yang lebih bahagia selain mendengar kabar itu darimu. Pada malam-malam yang tak tertahan, kau sering datang padaku untuk melebur kesedihan. Bersabar kutemani kau dengan racauan dan kegilaan. Tak kumiliki penawar apapun selain memeluk dan mendengarkan. Berharap duka itu mereda dan kau siap mengejar lagi kupu-kupu mu. Selamat terbang lagi, sayang. Aku yang berbahagia dengan sembuhmu.