Skip to main content

Posts

2014

Ini sebetulnya tulisan basa-basi, sekadar sebagai tradisi. Basa-basipun harus terlihat seperti asli, bukan?  Jadi ini yang saya petik dari pepohonan rindang 2014. 1. Secara keseluruhan perasaan saya lebih bahagia, sebagian besar karena Red menemani saya di rumah. Saya menikmati rutinitas di pagi hari  bersama Red. Menyiram dan mengobrol dengan pohon dan bunga di rumah, membuat kopi dan pisang goreng, serta membuat satu-dua bait puisi.  Saya juga punya teman ke mana-mana, biasanya saya biasa soliter dan mengurus diri sendiri. Kami banyak bepergian dan bertualang dan bersenang-senang. Hal yang cukup menyenangkan adalah ada orang yang mengantar saya ke rumah sakit saat badan sedang tak mampu bangun. Well, biasanya saya selalu pergi sendirian atau kadang diantar teman.  2.  Saya melihat banyak orang berdiskusi tentang uang, tapi bukan tentang ide. Banyak orang bikin ini itu, tapi tujuannya semua cari uang. Sungguh bikin saya mati rasa pada orang-orang seperti...

Dua Orang Gila

Kewarasan sudah terlalu merajalela Kamu dan aku makin lama makin tak tahan dengan dunia Hidup macam apa jika untuk senang kau perlu uang Untuk maju kau perlu meninju Untuk tertawa kau perlu banyak harta Kamu dan aku merasa tak perlu apa-apa Kita mencukupkan diri untuk kegilaan kita Aku minum dari sumur gilamu, tanpa berharap warasku Kaupu begitu Dua orang gila memang harus bertemu Dua orang gila setuju

Dewa Kata

Kejutan hidup lagi-lagi membuat saya terganga. Kali ini dalam wujud kata-kata. Kata-kata yang banyak yang mengaliri sungai kering saya.  Perahu saya jadi bisa melaju kencang, diantara denyut tanda baca dan ribuan mantra. Terimakasih dewa kata. Saya terpuja.

Pada Jeda

Pada jeda ada rasa membara tak terkira, tak terduga, tak terkata Pada jeda waktu terbungkam, ruang tertahan, hanya gerak syahdu perlahan Bisikmu di getarku, belaiku di desahmu Degup membilang, denyut menyebut, dua gelora baku menghasut. *ini puisi seseorang yg dikirimkan ke saya*

Obral Rindu

Rindu sudah kau potong menjadi tiga. Senyum senyum kau bagikan kepada tiga yg dipuja. Satu menerima sambil senyum dikulum. Satu bersorak dan menggelak. Satu lagi membantingnya seraya berkata, "ah rindumu seribu tiga".

Penghayal dan Pengamat

Saya memang tukang berkhayal total. Hampir semua tulisan di blog ini adalah khayalan saya, atau hal-hal yang saya lihat sehari-hari dalam kehidupan. Kelebihan saya yang lain, saya pandai memperhatikan orang dan mengingat banyak detail tentang orang. Dari potongan-potongan informasi itu lalu saya menghayal menjadi mereka, dan menuliskan perasaan mereka di sini. Saya tidak perduli apakah tafsir saya atas data itu betul atau salah, namanya juga fiksi:) Banyak diantara orang-orang di sekitar saya yang mengilhami saya menulis puisi, atau potongan isi hati. Saya jadi berusaha memahami orang dari banyak sini. Menajamkan mata hati.