Skip to main content

Posts

Keraguan

Masih perlukah kita meyakinkan diri satu sama lain. Mungkin kau terlalu sering ragu. Atau tingkah laku ku yang memang meragukan. Bisakah malam menutupi ketersingungan atau memang hidup tak perlu banyak pembicaraan. Hidup kita terlalu seru untuk ditutupi kegelisahan demi kegelisahan, kekhawatiran demi kekhawatiran. Bisakah kau menatap pada mataku hanya dengan kacamata cinta kasih. Tak perlu ada harapan harapan lain yang digantungkan. Tak perlu ada kekecewaan lain yang ditambatkan. Rasanya itu sudah lebih dari yang kubayangkan.

Sajak Cinta

Aku bosan menulis sajak cinta Isinya cuma tawa dan luka Tokohnya pun hanya aku dan engkau saja, yang tak pernah menjadi kita Sekali kali aku ingin jadi sajaknya saja Mengubah sendiri sajak cinta si penyair gila Di sana, aku dan kau bisa menjadi kita Dan kita hanya bisa tertawa Tanpa luka..hahahaha

Pisah

Ini bukan perpisahan, sayang. Aku ingin kau berpikir seperti ini, kau dan aku tidak akan bertemu lagi, tak bertegur sapa lagi, mengasingkan diri satu sama lain. Kau lupa aku, aku lupa kau. Kita lupa pada kita. Lalu pada suatu pagi kita bertemu lagi, jatuh cinta pada pandangan pertama, saling menyayangi, tak terpisahkan. Sampai pada masa kita putuskan untuk berpisah lagi. Bukankah itu menyenangkan, sayang. Jadi, mari kita berpisah saja.

Tangis Pagi dan Malam

Saya pikir selama ini saya orang yang terbuka Tapi rasanya saya perlu mengkoreksinya Saya sering menyimpan dalam kesedihan-kesedihan saya Membaginya pada malam, dan berharap ia tak menceritakannya pada pagi Tapi malam sering berkhianat, diam-diam ia bercerita pada pagi Pagi kembali mengingatkan saya pada kesedihan-kesedihan itu Lalu saya menangis pada pagi Dan lalu saya menangis pada malam Mereka berdua sepertinya sudah jengkel melihat saya menangis Lalu saya harus menangis pada siapa? Malam menyarankan pada siang, dan pagi menyarankan pada sore Lalu saya berkata, “itu waktu saya tertawa. Tidak kah kalian ingin melihat saya tertawa?” Malam dan pagi memandang saya iba Mereka janji tak mengkhianati saya lagi